Wanita adalah Tonggak Ketahanan Keluarga

Reportase: Annisa Mayu Reksi

“Kita sebagai wanita, memiliki peran sangat besar dalam perkembangan negara. Agar negara menjadi besar, ibu sebagai tiang negara juga harus kuat . Dan kuat diterminologikan sebagai sehat. Jadi jika sudah kokoh, kuat dan sehat serta akidahnya baik, maka Insyaa Allah akan tegaklah ketahanan keluarga Islam yang kokoh di negeri ini.”

Demikian Kalimat pembuka dr. Meity Elvina, M.Ked, Sp.OG., PGcert., dalam webinar Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke 68 tahun yang berjudul “Reproduksi Sehat Keluarga Harmonis,” digelar oleh PD Bhayangkari Banten, Senin (14/9) melalui media zoom. Webinar tidak hanya diikuti oleh jajaran pimpinan dan pengurus Bhayangkari Banten, namun juga masyarakat umum yang bisa mengaksesnya melalui saluran Youtube dr. Meity Elvina.

Tema ini diangkat karena seorang wanita adalah madrasatul ula.
Dari wanitalah lahir generasi selanjutnya. Jika ingin melahirkan generasi unggul, rabbani dan berakhlakul karimah, sebagai calon ibu atau sudah menjadi ibu, harus mampu mengenal dan mengerti bagaimana sistem tubuh khususnya sistem reproduksi.

dr. Meity menyoroti tentang fenomena yang di Indonesia dimana kontributor penyebab kematian di negeri ini adalah penyakit degeneratif, yaitu sel-sel tubuh tidak mampu meregenerasi atau bersiklus sesuai fitrahnya, kemunduran atau ketidakmampuan sel berganti secara bekesinambungan sehingga terjadi degeneratif.

Beliau menambahkan bahwa sumber WHO dari tahun 2000-2030 (melakukan penelitian tahun 2008), diprediksi angka penyakit kankerlah yang paling tinggi, kemudian disusul jantung dan stroke. Dan penyakit keganasan di dunia sebanyak 19% berasal dari ginekologi (sistem reproduksi wanita).

“Indonesia merupakan urutan pertama dunia untuk penderita kanker serviks. Setiap dua menit di dunia ada satu orang wanita yang meninggal, dan setiap satu jam di negeri kita, ada satu orang wanita meninggal dunia karena kanker serviks. Di sinilah saya sebagai dokter kandungan begitu miris menghadapinya di lapangan,” ujar beliau.

Selanjutnya beliau mengajarkan untuk hidup sehat. “Bagaimana caranya hidup sehat? Hidup adalah apa, kapan, berapa banyak kita makan, tidur, beraktivitas sehari-harinya. Jadi bukan hanya melulu makan sehat,” jelas dr. Meity.

Berikut ini cara sehat ala beliau. Pertama, mengenal dan mengetahui ritme tubuh sehari – hari. Kedua,
olahraga secara teratur. Ketiga, makan dan minum yang halal dan thayyib. Keempat, membuat lingkungan bersih dan sehat. Kelima, mengetahui kapan tidur dan kapan bangun. Keenam, rutin berjemur di pagi hari. Ketujuh,enjalin silaturahim. Kedelapan,
memiliki waktu untuk terus dekat kepada Allah Swt.

Beliaupun mengajak untuk sama-sama bertafakur, mengenali dengan baik tubuh kita sendiri, agar hidup sehat melalui integrative medicine (secara holistik, baik secara fisik maupun qalbu) sehingga mencapai sistem reproduksi sehat dan sistem tubuh yang sehat.

Beliau berharap, ibu yang sehat bisa menyiapkankan rumah tangga, anak juga suaminya dengan sehat. Semua dimulai dengan self awareness, agar bisa menumbuhkan dirinya dengan life style yang baik.

Setelah selesai materi, webinar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Pertanyaan yang diajukan seputar tpola hidup sehat, sistem ketidakseimbangan tubuh dan masalah kesehatan terkait sistem reproduksi wanita.[]