Vaksin Corona: Untuk Rakyat Kok Coba-coba!

Jadi Angin Segar di Penghujung Tahun Nanti, Vaksin Covid-19 dari ...

Vaksin Corona: Untuk Rakyat “Kok” Coba-coba!

Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice

Dilansir dari kompas.com, sebanyak 2.400 vaksin Covid-19 dari Sinovac, China sudah tiba di Bio Farma dan akan diuji klinis tahap tiga pada Agustus 2020. Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dalam siaran persnya, Senin (20/7/2020) mengatakan, uji klinis vaksin Covid-19 dijadwalkan berjalan selama enam bulan, sehingga ditargetkan akan selesai pada bulan Januari 2021.

Melalui akun Twitternya, @jokowi, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan rencana uji klinis vaksin virus corona dari Sinovac tersebut. “Kita akan melaksanakan uji klinis vaksin Covid-19 tahap ketiga dengan melibatkan 1.620 sukarelawan. Proses dan protokolnya mendapat pendampingan secara ketat oleh BPOM. Apabila berhasil, BUMN Bio Farma siap memproduksi vaksin ini dengan kapasitas 100 juta dosis per tahun,” demikian Jokowi.

Yang menjadi pertanyaan besar kenapa uji klinis vaksin Covid-19 tahap ke tiga harus di Indonesia? Kenapa tidak diujikan sekalian di tempat asal pembuatan vaksin? Toh China adalah asal dari virus ini pula, meskipun penyebaran virus ini sudah berkurang bukan berarti di China sudah bersih dari Covid-19 kan?

Diketahui vaksin sendiri adalah produk biologi yang diketahui berasal dari virus, bakteri atau dari kombinasi antara keduanya yang dilemahkan. Menurut NHS vaksin diberikan kepada individu yang sehat guna merangsang munculnya antibodi atau kekebalan tubuh guna mencegah dari infeksi penyakit tertentu seperti Covid-19.

Diberitakan oleh grid.id belakangan ini para peneliti di Inggris sedang mencari 24 relawan untuk disuntikan virus corona. Kabarnya relawan yang bersedia jadi “kelinci percobaan” itu bakal dibayar uang sebanyak 3.500 pound atau sekitar Rp 65 juta.

Nantinya selain disuntikan virus corona, relawan itu juga harus mau menjalani beberapa tahapan dalam penelitian. Di antaranya yaitu harus lolos uji kekebalan dengan cara disuntik dengan dua strain virus yang lebih lemah dari Covid-19. Kedua virus itu yaitu jenis 0C43 dan 229E, yang dapat menyebabkan gejala pernapasan ringan.

Usai kedua tahapan itu dilakukan para relawan nantinya akan diberikan vaksin baru atau yang sudah ada. Kemudian para dokter akan menganalisis respons pasien terhadap vaksin. Hasilnya akan digunakan para peneliti untuk fokus pada perawatan yang paling efektif untuk melacak virus-virus itu dengan cepat. Pasien yang sudah diinfeksi dengan virus corona baru juga akan dilarang keluar dari tempat karantina selama dua minggu.
Mereka juga harus mau makanannya dibatasi dan menghindari kontak dengan manusia lain, serta harus berolahraga secara teratur.

Dilansir dari CNBC Indonesia (11/3/2020) upaya yang dilakukan para peneliti ini memang terdengar sangat berisiko. Namun Catchpole, selaku kepala peneliti perusahaan penelitian dan pengembangan medis Hvivo yakin tingkat keberhasilan vaksin Covid-19 yang dibuatnya sangat tinggi.

Nah, Inggris saja kesulitan untuk mencari relawan dengan bayaran yang tinggi. Lha ini di Indonesia 1.620 sukarelawan, mereka akan menyediakan diri untuk diinveksi virus Corona, kemudian di vaksin, untuk menentukan vaksin ini bekerja atau tidak. Jika gagal apakah 1.620 sukarelawan akan menjadi tumbal, ataukah menjadi pahlawan.