The Miracle Of Ikhlas

Perusak Nilai Keikhlasan | Tebuireng Online

The Miracle Of Ikhlas

Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice

Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Ujian inilah yang akan menentukan apakah mereka layak naik kelas kehidupan ataukah tidak.

Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan(yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa’: 35). 

Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu Jarir). Sehingga dari sini kita pahami bahwa sakit dan sehat adalah ujian yang diberikan Allah untuk kita.

Adakalanya Allah turunkan ujian sakit tidak langsung pada diri kita, namun pada orang-orang yang kita kasihi. Sehingga dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan yang tinggi untuk menjalaninya, merawat, dan mengusahakan pengobatannya. Bahkan terkadang kita lah yang paling direpotkan. Namun jika kita melakukan dengan penuh keikhlasan fainsyaa Allah, semua akan terasa ringan dan mudah.

/Keajaiban Ikhlas/

Diambil dari kisah nyata seorang ibu dari Sidoarjo, Jawa Timur. Selama pandemi Covid-19 ini beliau harus kehilangan orang-orang yang dicintainya.

Pertama adalah ayahnya, selain faktor usia, virus Covid-19 ini penyebab utama yang membawa sang ayah bersegera menemui Rob-nya. Belum ada tujuh hari berselang suami si ibu pun harus berurusan dengan pihak Rumah Sakit karena sakitnya menunjukkan gejala serangan Covid-19. Masuk diruang isolasi meninggalkan anak istri, ternyata kondisi semakin drop dan sekali lagi si ibu harus kehilangan orang terkasihnya.

Atas saran beberapa pihak ibu dan tiga anaknya ikut rapid tes, qodarullah hasilnya mereka berempat positif Covid-19. Sekali lagi keikhlasan beliau dan kesabaran keluarga mendapat ujian dari Allah. Isolasi mandiri menjadi pilhan beliau. Atas ijin Allah si ibu dikeililingi tetangga, teman, dan saudara-saudara yang baik. Selain dukungan moril, mereka juga mendukung materiil, memenuhi semua kebutuhan si ibu dan keluarga.

Sadar bahwa ini adalah ujian, si ibu menanamkan keikhlasan pada anak-anak dalam menjalani isolasi mandiri. Ketiga anaknya sempat ngedrop. Probiotik, herbal, vitamin, semua mereka konsumsi untuk mendukung melawan penyakit. Dalam keadaan yang demikian, beliau mengajak anak-anak untuk terus taqarub Ilallah, target khatam Al-Qur’an tiap hari dengan membagi tadarus dengan anak-anak kecuali si bungsu, tahajud, duha, semua usaha langit mereka lakukan, termasuk mentasarufkan semua isi tabungan untuk pihak-pihak yang membutuhkan. Semata-mata untuk mengetuk pintu langit untuk kesehatan keluarganya. Bagaimana hidup mereka kedepan, semua mereka pasrahkan kepada Allah.

Maka biidznillah, ketika tes ke dua setelah dua minggu. Keluarga si ibu dinyatakan sehat. Kemudian Allah ganti usaha mereka yang telah digadaikan untuk Allah dengan rizki yang berlipat-lipat. Inilah keajaiban ikhlas. Masih banyak kisah-kisah inspiratif tentang keikhlasan yang mengantarkan pada hujan berkah dari Allah.

Syarat sebuah amal diterima oleh Allah ada dua. Dan ikhlas itu adalah satu dari dua sebab diterimanya amal oleh Allah. Allah sangat mencintai orang-orang yang ikhlas. Sebab kedua diterimanya amal adalah sesuai syari’at, ini juga harus diperhatikan. Meskipun ikhlas tapi tidak sesuai syari’at maka amal itu tidak ditrima demikian pula sebaliknya. Semoga setiap aktivitas kita bisa memenuhi dua syarat tadi, sehingga kita tidak menjadi orang yang sia-sia. Wallahu’alam.

email; enliseksu0@gmail.com