Sambiloto Pesaing Sinovac Untuk Covid-19


Sambiloto Pesaing Sinovac Untuk Covid-19

Endah Sulistiowati
(Dir. Muslimah Voice)

Healthy-sharia.com – Kabarnya Januari 2021 vaksin Sinovac untuk Covid-19 sejumlah 122,5 juta dosis akan tiba di Indonesia. Rumor yang beredar ditengah masyarakat pada kemasan vaksin Sinovac Covid-19 yang akan di suntikkan kepada warga bertuliskan “Only for clinical trial” (Hanya untuk uji coba klinis). Pun demikian halal dan haramnya belum jelas. Hal ini semakin memiriskan hati rakyat. Untuk rakyat kok coba-coba!?

Di Indonesia, saat ini belum ada tanda-tanda berakhirnya pandemi Covid-19. Bahkan setiap hari terus dijumpai 6000 – 8000 kasus suspect Covid-19 yang baru. Awalnya ditemukannya vaksin cukup membuat lega. Tapi seiring berkembangnya informasi membuat masyarakat pun ragu. Sehingga memang masyarakat sangat berharap pandemi ini segera berakhir.

Obat Dari Alam

Sebagai negara tropis, berbagai macam tanaman bisa tumbuh di tanah Indonesia. Termasuk sambiloto, yang sudah dikenal secara turun temurun. Sambiloto sangat akrab ditelinga masyarakat Indonesia terutama yang tinggal di daerah pedesaan.

Sambiloto merupakan tumbuhan berkhasiat obat berupa terna tegak yang tingginya bisa mencapai 90 sentimeter. Asalnya diduga dari Asia tropika. Penyebarannya dari India meluas ke selatan sampai di Siam, ke timur sampai semenanjung Malaya, kemudian ditemukan Jawa.

Sambiloto ini bisa tumbuh baik di dataran rendah sampai ketinggian 700 meter dari permukaan laut. Sambiloto dapat tumbuh baik pada curah hujan 2000-3000 mm/tahun dan suhu udara 25-32 derajat Celcius. Kelembapan yang dibutuhkan termasuk sedang, yaitu 70-90% dengan penyinaran agak lama.

Nama daerah untuk sambiloto antara lain: sambilata (Melayu); ampadu tanah (Sumatra Barat); sambiloto, ki pait, bidara, andiloto (Jawa Tengah); ki oray (Sunda); pepaitan (Madura), sedangkan nama asingnya Chuan xin lien (Cina).

Hasil percobaan farmakologi menunjukkan bahwa air rebusan daun sambiloto 10% dengan takaran 0.3 ml/kg berat badan dapat memberikan penurunan kadar gula darah yang sebanding dengan pemberian suspensi glibenclamid. Selain itu, daun Sambiloto juga dipercaya bisa digunakan sebagai obat penyakit tifus dengan cara mengambil 10-15 daun yang direbus sampai mendidih dan diminum air rebusannya. Daun sambiloto ini mengandung saponin, flavanoida, dan tanin.

Mengapa sambiloto disebut pesaing sinovac?

1). Daun sambiloto Meringankan Gejala Pilek dan Flu

Manfaat daun sambiloto yang pertama adalah meringankan gejala pilek dan flu. Sebagai bentuk pengobatan, penelitian menemukan manfaat daun sambiloto dalam bentuk ekstrak yang dikombinasikan dengan manfaat ginseng mungkin bisa meringankan gejala pilek seperti bersin-bersin, nyeri tenggorokan, hidung tersumbat kemudian beringus, dan batuk-batuk.

Biasanya, gejala akan berkurang setelah dua hingga lima hari mengonsumsi sambiloto. Meski masih masih diperlukan pengujian lebih lanjut. Jika kamu ingin mencoba mencegah pilek memakai tanaman ini, disarankan menggabungkan dengan sambiloto yang dikombinasikan dengan ekstrak ginseng.

2) Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Manfaat daun sambiloto selanjutnya yaitu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ekstrak tanaman ini bersifat imunostimulan, yaitu meningkatkan kinerja organ-organ yang berhubungan dengan sistem imun.

Sifat ini terutama bekerja pada infeksi saluran pernapasan atas dan infeksi HIV. Selain itu, sambiloto dapat digunakan untuk meredakan peradangan (antiinflamasi) dan mengurangi keluhan-keluhan yang berkaitan dengan organ hati.

Nah, tidak salah kan jika daun sambiloto di kebun-kebun ataupun di sawah-sawah yang tumbuh liar ini juga mampu melawan covid-19. Ayo kita bangun imunitas diri, jika pihak berwenang tidak mampu mengimun dan menuntaskan pandemi ini lagi.

Menggantungkan nasib pada vaksin sinovac pun tidak mungkin, pro kontranya membuat miris, apalagi efeknya yang belum bisa dipercaya 100%. So, jaga diri dan keluarga, tingkatkan kedekatan diri pada Allah, terus bersemangat jalani hidup. Yang terakhir, jangan lupa bahagia.