Rahasia Sakit Saat Melahirkan, Ternyata!


Rahasia Sakit Saat Melahirkan, Ternyata!

Endah Sulistiowati

Kehamilan adalah anugrah terindah yang diberikan Allah kepada seorang wanita. Sehingga kehamilan ini menjadi kabar gembira bagi setiap wanita yang baru melangsungkan pernikahan, karena tentu saja ini akan menyempurnakan hidupnya.

Namun tahukah sahabat, bahwa melahirkan itu adalah perjuangan hidup dan mati seorang Ibu. Melahirkan adalah perjalanan spiritual yang dialami seorang wanita untuk memasuki tahap tertinggi dalam kehidupannya. Dalam fase ini wanita akan mengalami rasa senang, rasa takut, cemas, dan perasaan lain yang tak bisa ia ungkapkan. Seorang wanita ingin bayinya lahir ke dunia dengan sehat. Namun di sisi lain ia takut jika persalinan ini akan sangat menyakitkan hingga ia harus kehilangan nyawa.

Jika bisa digambarkan rasa sakit saat melahirkan, tentu banyak wanita yang tidak ingin mengalaminya. Namun karena melahirkan adalah perjalanan spiritual dan ibadah yang besar bagi wanita. Mereka berjuang untuk bisa melaluinya.

Rasa sakit memiliki sebuah skala yang sering disebut dengan Dels. Seorang manusia normal hanya mampu menahan rasa sakit hingga sekala 45 Dels. Selebihnya ia bisa pingsan karena tak mampu menahan sakit yang berlebih. Saat melahirkan, seorang wanita rata-rata mengalami sakit dengan skala sampai 57 Dels. 

Tahukah sahabat 57 Dels itu apa?

Skala 57 Dels itu setara dengan kita merasakan 20 tulang di tubuh retak saat bersamaan. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya sakit yang dialami oleh ibu saat melahirkan? Dengan skala 57 Dels harusnya seorang manusia akan pingsan seketika. Namun tekat kuat dan rasa cintanya pada kita mengalahkan segalanya.

Allah Ta’ala berfirman,

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (QS. Lukman: 14).

Rahasia Sakit Saat Melahirkan, Ternyata!

Endah Sulistiowati

Kehamilan adalah anugrah terindah yang diberikan Allah kepada seorang wanita. Sehingga kehamilan ini menjadi kabar gembira bagi setiap wanita yang baru melangsungkan pernikahan, karena tentu saja ini akan menyempurnakan hidupnya.

Namun tahukah sahabat, bahwa melahirkan itu adalah perjuangan hidup dan mati seorang Ibu. Melahirkan adalah perjalanan spiritual yang dialami seorang wanita untuk memasuki tahap tertinggi dalam kehidupannya. Dalam fase ini wanita akan mengalami rasa senang, rasa takut, cemas, dan perasaan lain yang tak bisa ia ungkapkan. Seorang wanita ingin bayinya lahir ke dunia dengan sehat. Namun di sisi lain ia takut jika persalinan ini akan sangat menyakitkan hingga ia harus kehilangan nyawa.

Jika bisa digambarkan rasa sakit saat melahirkan, tentu banyak wanita yang tidak ingin mengalaminya. Namun karena melahirkan adalah perjalanan spiritual dan ibadah yang besar bagi wanita. Mereka berjuang untuk bisa melaluinya.

Rasa sakit memiliki sebuah skala yang sering disebut dengan Dels. Seorang manusia normal hanya mampu menahan rasa sakit hingga sekala 45 Dels. Selebihnya ia bisa pingsan karena tak mampu menahan sakit yang berlebih. Saat melahirkan, seorang wanita rata-rata mengalami sakit dengan skala sampai 57 Dels. 

Tahukah sahabat 57 Dels itu apa?

Skala 57 Dels itu setara dengan kita merasakan 20 tulang di tubuh retak saat bersamaan. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya sakit yang dialami oleh ibu saat melahirkan? Dengan skala 57 Dels harusnya seorang manusia akan pingsan seketika. Namun tekat kuat dan rasa cintanya pada bayinya mengalahkan segalanya.

Allah Ta’ala berfirman,

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (QS. Lukman: 14).

Untuk itulah sahabat kenapa, kita wajib berlaku baik kepada orang tua terutama kepada Ibu.

Allah Ta’ala berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” (Al-Israa’ : 23-24).

Rasulullah pun menyebut nama Ibu sebanyak tiga kali, sementara ayah hanya satu kali. “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu. (HR. Al Bukhari).

https://healthy-sharia.com/lebaran-jaga-tubuh-jangan-lebaran/

Bagaimana sahabat, berat bukan pengorbanan seorang ibu? Sehingga jangan pernah berniat untuk menyakitinya.