Porang yang lagi nge-hitS


Porang yang lagi nge-hitS

Endah Sulistiowati

Healthy-sharia.com – Pernah kenalan sama porang Kak? Atau minimal dengar gitu? Porang akhir-akhir ini lagi banyak dibicarakan, dibudidayakan, dan dibisniskan. Katanya nilai ekspor porang ini cukup tinggi juga lho.

Porang disebut juga Iles-iles (Amorphophallus muelleri Bl.) adalah tanaman penghasil umbi yang dapat dimakan, anggota marga Amorphophallus. Karena masih sekerabat dan mirip penampilan dan manfaatnya dengan suweg dan walur, iles-iles sering kali dirancukan dengan kedua tanaman tersebut.

Ada ciri khusus yang membuat porang ini beda dari spesies lainnya. Pada setiap pertemuan batang akan tampak tonjolan berwarna cokelat kehitam-hitaman yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan vegetatif (disebut bulbil). Adanya bintil ini menjadi pembeda penting porang/iles-iles dari suweg.

Gambar Bulbil

Untuk mencapai produksi umbi yang tinggi diperlukan naungan 50-60%.Tanaman ini tumbuh dari dataran rendah sampai 1000 m di atas permukaan laut, dengan suhu antara 25-35 °C, sedangkan curah hujannya antara 300–500 mm per bulan selama periode pertumbuhan. Pada suhu di atas 35oC daun tanaman akan terbakar, sedangkan pada suhu rendah tanaman ini mengalami dormansi. Porang/Iles-iles tumbuh tersebar di hutan-hutan atau di pekarangan-pekarangan, dan sekarang mulai banyak dibudidayakan.

Porang atau iles-iles dapat tumbuh baik pada tanah bertekstur ringan yaitu pada kondisi liat berpasir, strukturnya gembur, dan kaya unsur hara, di samping juga memiliki pengairan baik, kandungan humus yang tinggi, dan memiliki pH tanah 6 – 7,5. Tanaman obat ini mudah ditemukan di pulau Jawa dengan habitat semak-semak yang tumbuh dalam siklus tahunan dan dapat tumbuh hingga mencapai satu meter.

Umbi porang banyak mengandung glucomannan berbentuk tepung. Glucomannan merupakan serat alami yang larut dalam air biasa digunakan sebagai aditif makanan sebagai emulsifier dan pengental, bahkan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan lem ramah lingkungan dan pembuatan komponen pesawat terbang, demikian dilansir laman resmi Kementerian Pertanian.

Manfaat porang ini banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, selain juga untuk pembuatan lem dan “jelly” yang beberapa tahun terakhir kerap diekspor ke negeri Jepang. Harganya perkilo berkisar antara 2.500 – 7.000 rupiah. Sedangkan satu hektar lahan porang bisa ditanam sebanyak 6.000 bibit, sehingga bisa menghasilkan 24 ton/hektare, yakni dengan penghitungan 6.000 dikalikan 4 kilogram. Hitunglah dengan harga termurah sudah mendapat berapa rupiah! Bagaimana, tertarik budidaya dan berbisnis porang?