Perayaan Maulid Nabi Online Terbesar

healthy-sharia.com – Perayaan Maulid Nabi Online Terbesar.

Acara Maulid Nabi online terbesar yang dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2020 pukul 09.00 dengan durasi waktu kurang lebih dua jam, berhasil diikuti oleh sekitar 24.000 lebih peserta yang menyaksikan secara live. Acara yang mengusung tema “Cinta Nabi Cinta Syariah” dengan jargon “Cinta Nabi tegakkan syariah, wujudkan keadilan, lenyapkan kedzaliman,” ini menghadirkan dua pembicara kondang yang sudah tidak asing lagi menyapa di setiap forum diskusi terkait syariat khilafah. Dua pembicara kondang itu tak lain adalah KH. Rokhmat S Labib dan Ustadz Ismail Yusanto,

Acara yang menunjuk Akhmad Adiasta sebagai host ini, dibuka dengan bacaan Al-Fatihah agar acara berjalan dengan lancar. Lalu disusul dengan KH Rokhmat S Labib yang menyampaikan pidato pembukaan dalam acara ini. dalam pidato pembukaan ini, KH Rokhmat S Labib menyampaikan bahwa keimanan kepada Nabi adalah perkara yang sangat penting. Bahkan keimanan kepada Allah yang tidak diikuti dengan keimanan pada Nabi, akan membuat keimanan seseorang menjadi batal. KH Rokhmat S Labib juga menyampaikan bahwa selain keimanan, kecintaan kita kepada Nabi Muhammad melebihi apapun juga tidak kalah penting. Dari kecintaan itulah mendorong tindakan yang menunjukkan sifat kecintaan pada Allah dan Rasul. Tanda kecintaan seseorang kepada Rasulullah adalah dengan meneladani, mengamalkan, dan mengikuti segala syariat yang dibawa oleh Rasulullah tanpa pilah dan pilih. Setelah penyampaian pidato pembukaan oleh KH. Rokhmat S Labib selesai, acara ini menyuguhkan sebuah vidio pengantar yang berisi narasi tentang Rasulullah dan kondisi umat hari ini.

Tahapan demi tahapan berjalan, hingga sampailah pada sebuah perbincangan dengan kedua tokoh kondang yang diawali oleh pantun Pak Karebet sebagai moderator. Bunga mawar bunga melati. Cinta Nabi tanpa nanti tanpa tapi. Sebuah pantun fenomel yang tidak asing lagi sebelum memasuki pertanyaan tentang Makna Mauild Nabi itu sendiri yang dari tahun ke tahun pengakuan cinta kepada Nabi Muhammad tidak diikuti dengan ketaatan penuh pada ajaran Nabi Muhammad.

Pertanyaan ini lantas dijawab oleh KH Rokhmat S Labib dengan memberikan pandangan beliau bahwa bukti keimanan adalah dengan menjadikan Rasulullah sebagai hakim atas perkara diantara mereka. Sementara saat ini, hukum yang digunakan dalam memutuskan perkara bukanlah hukum yang berasal dari Rasulullah. Tapi tidak hanya itu saja, tentu dalam hal ini harus dilakukan dengan rasa ridho. Sehingga keimanan dan ketaatan memiliki kaitan yang sangat erat dan orang yang mengaku cinta Rasulullah tapi tidak mengikui ajaran yang dibawa oleh Rasulullah, maka cintanya adalah dusta. Lalu beliau juga menambahkan sebuah pandangan terkait ketaatan pada kondisi saat ini yang tidak memiliki aturan penuh untuk mendukung ketaatan. Beliau mengatakan bahwa disinilah adalah ujian keimanan dan kita harus mengutamakan atau memilih taat kepada Allah dan Rasul. KH Rokhmat S Labib juga menanggapi pertanyaan dari Pak Karebet terkait boikot produk Perancis yang sedang marak disuarakan. Menurut beliau boikot merupakan salah satu bentuk ingkar sesuai dengan kemampuan. Namun, menurut beliau tindakan yang dilakukan harusnya tidak hanya berhenti disitu. Penghinaan terhadap Rasulullah juga harus ditanggapi dengan tindakan konkrit lebih dari boikot.

Selanjutnya, Pak Karebet memberikan pertanyaan pada Ustadz Ismail Yusanto terkait persoalan yang kompleks dan sistematis juga terkait ketidakadilan dan kedzaliman. Lalu, Ustadz Ismail Yusanto memberikan gambaran tentang perlakuan berbeda. Beliau juga menyebutkan contoh tentang wakil rakyat yang membuat kebijakan tapi justru merugikan yang diwakili. Seperti UU Minerba dan yang terabaru UU Omnibus Law. Sehingga hal ini menimbulkan ketidakadilan dan kedzaliman. Ustadz Ismail Yusanto mengatakan, seharusnya kedaulatan berada ditangan syariat yang berasal dari Allah dan pemimpin juga tunduk pada Allah yang Maha Benar sehingga ketidakadilan dan kedzaliman tidak akan terjadi.

Sebelum memasuki sesi testimoni tokoh, Pak Karebet membacakan sebuah pertanyaan dari NTT yang ditunjukkan kepada KH Rokhmat S Labib, terkait para pejabat yang disumpah dengan Al-Qur’an tetapi enggan menjalankan isi dari Al-Qur’an secara keseluruhan. Dari pertanyaan itu, KH Rokhmat S Labib memberikan jawaban bahwa Al-Qur’an sebenarnya bukan hanya pajangan semata yang digunakan ketika melakukan sumpah tapi ditinggalkan ketika memutuskan perkara.

Setelah pertanyaan ini terjawab, testimoni tokoh pertama berasal dari DR. Ichsanuddin Noory, BSC, SH, MSI sebagai tokoh ekonomi. Beliau menyampaikan bahwa Rasulullah sangat berpengaruh dalam penyebaran islam yang awalnya hanya diikuti 4 orang tapi kini diikuti oleh milyaran manusia yang bahkan belum bertemu sebelumnya. Selain itu, menurut beliau, Rasulullah juga memiliki sifat pemaaf, jelas dan tegas. Hingga saat ini belum ada yang bisa menyanggah atau menggagalkan ucapan Rasulullah.

Selanjutnya, testimoni tokoh kedua diberikan oleh Guru Besar Hukum, Prof. DR. Suteki, S.H., M. Hum. Beliau mengatakan bahwa Rasulullah hadir untuk menghadirkan peradaban baru yang didukung 3 hal. yaitu, Persoalan penegakkan syariat, persoalan ukhwah, dan persoalan dakwah. Umat yang harusnya mampu mewarnai peradaban tapi justru terpojokkan kala menegakkan syariat.

Testimoni ketiga diberikan oleh KH. Thoha Cholili, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Al Khoiliyah. Beliau mengatakan bahwa Momentum maulid Nabi kali ini dibuka dengan kemarahan besra terkait penghinaan yang dilakukan pada Rasulullah. Ghirah islam harusnya ditunjukkan ketika penghinaan semacam ini terjadi. Selain itu, beliau juga mengatakan bahwa jika seandainya khilafah tegak, tentu penghinaan semacam ini tidak terjadi lagi.

Terakhir, testimoni diberikan oleh Wasekjen Majelis Ulama Indonesia, Najamudin Ramli. Pada testimoni yang diberikan, beliau mengatakan bahwa hikmah dalam Maulid Nabi kali ini adalah mencintai Rasul harusnya membuat kita mempraktikkan semua ajaran Rasul dan mengimplementasikan islam.

Testimoni tokoh dalam acara ini juga diselingi dengan beberapa pertanyaan yang ditunjukkan pada KH Rokhmat S Labib dan Ustadz Ismail Yusanto. Hingga akhirnya memasuki sesi pemutaran film dan ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh KH Yasin Muthohar

Dari perbincangan kedua tokoh kondang dan pandangan beberapa tokoh yang tidak kalah penting, dapat penulis simpulkan bahwa kecintaan kita sebagai umat Rasulullah juga harus dibuktikan dengan pengimplementasian syariat islam yang diajarkan Rasulullah ke dalam kehidupan kita sehari. Selain itu, dengan pengimplementasian ini diharapkan dapat melenyapkan kedzaliman dan mewujudkan keadilan seperti jargon yang diusung dalam acara Maulid Nabi secara online tersebut.

Reporter Vania

#MaulidNabi