Pembukaan Saat Melahirkan Itu…

Pembukaan Saat Melahirkan Itu…

Endah Sulistiowati

Bagi mom’s yang pernah melakukan persalinan tentu kata “pembukaan” sudah tidak asing kan. Tapi, bagi para mom’s yang saat ini masih hamil pertama, pasti bertanya-tanya dong, pembukaan saat melahirkan itu bagaimana?

Hmmm, pembukaan itu terdiri dari pembukaan satu sampai 10. Pembukaan sendiri adalah tahapan proses bayi lahir dari rahim. Secara ilmiah pembukaan sebagai proses membukanya leher rhim (serviks) per sentimeter sebagai jalur lahir bayi saat persalinan. Semakin cepat dan besar pembukaan itu, maka semakin cepat bayi keluar.

Nah dikutip dari hallosehat.com, pembukaan satu – sepuluh dapat digambarkan sebagai berikut:

Pembukaan 1. Pada tahap pertama, leher rahim sudah melebar kira-kira 1 sentimeter (cm). Pembukaan 1 bisa terjadi berminggu-minggu sebelum proses melahirkan dimulai.  Namun, ada pula yang baru mengalami bukaan pertama saat proses persalinan mulai. Ini biasa terjadi pada wanita yang baru pertama kali hamil.

Pembukaan 2. Lebar bukaan serviks pada tahapan ini sudah sekitar 2 cm. Namun, ukurannya bisa juga berbeda-beda pada setiap wanita, tergantung dari kondisi tubuh masing-masing.  Pada pembukaan kedua, ibu hamil kemungkinan akan mengalami kontraksi yang hilang-timbul alias kontraksi palsu. 

Pembukaan 3. Pada pembukaan persalinan 3, serviks diperkirakan sudah terbuka selebar koin (kira-kira 3 cm). Ibu hamil butuh istirahat dan lebih banyak makan makanan sehat untuk menyiapkan energi menjelang persalinan yang sebentar lagi mulai. Fase aktif Ibu hamil yang hendak melahirkan dikatakan sudah berada di fase persalinan aktif saat pembukaan leher rahim telah membesar lebih dari 3 cm. Di masa ini, biasanya kekuatan kontraksi mulai lebih lama, kuat, dan terasa intens.

Sedikit perbedaan ketimbang fase awal (laten) sebelumnya, di fase aktif ini kontraksi persalinan yang terasa cenderung lebih sakit dan tidak nyaman. Biasanya pada fase ini akan berlangsung sekitar 3-5 jam. Sebagai solusinya, Anda bisa mengubah posisi saat tidur maupun duduk, aktif bergerak, dan cukup minum guna mengatasi nyeri saat fase persalinan aktif.

Pembukaan 4. Pada tahap ini, bukaan serviks kira-kira sudah selebar 4 cm. Pembukaan ke-4 bisa dikatakan sebagai tanda persalinan paling pertama muncul. Ibu hamil akan merasakan kontraksi rahim yang mulai rutin.

Pembukaan 5. Leher rahim ibu sudah membuka sekitar 5 sentimeter pada saat pembukaan persalinan di tahap ini. Jika ingin dibandingkan, ukuran lebar serviks anda sudah sebesar jeruk mandarin kecil. Kontraksi di pembukaan persalinan 5 dapat terasa cukup menyakitkan bagi beberapa ibu, yang menjadi tanda sebentar lagi Anda akan bersalin. 

Pembukaan 6. Saat ini, leher rahim Anda sudah mencapai pembukaan persalinan 6 cm atau sebesar buah alpukat kecil. Beberapa ibu mungkin memilih mendapatkan bius epidural pada tahapan bukaan 6 untuk meredakan rasa sakit kontraksi.

Pembukaan 7. Pembukaan lebar serviks Anda menjelang persalinan pada tahap ini sudah sebesar 7 cm, kira-kira menyerupai buah tomat. Jika kontraksi masih terasa sakit, coba ubah posisi badan, bergerak, dan lebih banyak minum air putih untuk meredakannya sekaligus menjaga daya tahan tubuh Anda. Fase transisi Fase transisi merupakan bagian akhir dari serangkaian tahap pembukaan leher rahim dalam proses persalinan. Di samping termasuk tahap yang paling menantang, fase transisi juga merupakan tahap dengan durasi waktu yang paling pendek. Ya, dibandingkan fase awal (laten) dan fase aktif, lama waktu berlangsungnya fase transisi bisa dibilang lebih singkat yaitu sekitar 30 menit hingga 2 jam.

Anda mungkin akan merasa adanya dorongan kuat untuk mengejan selama fase transisi ini. Oleh karena itu, wajar jika Anda merasa sangat nyeri setiap kali kontraksi muncul. Singkatnya waktu dan tingkatan pembukaan leher rahim di fase transisi melahirkan ini merupakan pertanda bahwa bayi akan segera lahir. Akan tetapi, leher rahim atau serviks Anda masih akan terus mengalami pembukaan guna mempersiapkan diri sepenuhnya untuk menjalani proses melahirkan. Baru setelah leher rahim terbuka sepenuhnya alias pembukaan 10, persalinan siap untuk dilakukan.

Pembukaan 8. Bila menjelang persalinan serviks sudah terbuka sebesar 8 cm atau kira-kira sama dengan buah apel, tandanya Anda sudah masuk ke pembukaan 8. Saat ini beberapa ibu hamil mulai merasakan dorongan untuk mengejan (ngeden) melahirkan. Mengejan membutuhkan banyak energi, dan tidak sedikit pula ibu hamil sampai mengalami muntah di tahap ini karena kelelahan. Namun demikian, Anda belum diperbolehkan untuk mengejan sebelum terjadi pembukaan lengkap. 

Pembukaan 9. Lebar leher rahim ibu pada pembukaan 9 sudah sebesar donat, dengan diameter sekitar 9 sentimeter. Durasi transisi pembukaan 8, 9, dan menuju 10 selama persalinan umumnya berlangsung singkat. 

Pembukaan 10 Ini adalah pembukaan persalinan yang terakhir dengan lebar serviks sampai kira-kira 10 cm. Pada tahap ini ibu akan terus diminta untuk mengejan untuk melahirkan bayi sampai keluar seutuhnya. Dorongan mengejan mungkin terasa seperti ingin buang air besar. Berapa lama tahap pembukaan leher rahim berlangsung? Tidak ada waktu pasti yang menjelaskan berapa lama fase awal (laten), aktif, dan transisi dialami oleh masing-masing ibu hamil. Kecepatan pembukaan serviks dalam persalinan juga dapat ditentukan oleh apakah ini kelahiran Anda yang pertama atau Anda sudah pernah melahirkan sebelumnya. Jika ini bukan kali pertama Anda melahirkan, umumnya waktu pembukaan serviks dalam proses persalinan tidak terlalu lama.

Namun, ada juga ibu hamil yang membutuhkan waktu lebih lama dalam pembukaan serviks di fase persalinan tertentu, tapi kemudian berangsur-angsur cepat di fase lainnya. Penting untuk dipahami, biasanya saat memasuki fasecenderung aktif persalinan, pembukaan leher rahim akan cenderung lebih stabil sampai saat melahirkan tiba. Setelah fase transisi selesai, tandanya tahap pembukaan persalinan sudah habis. Ini artinya, Anda siap untuk melahirkan karena leher rahim atau serviks telah terbuka hingga 10 cm.

Bagaimana mom’s sudah tergambarkan apa itu dan bagaimana pembukaan dalam melahirkan itu. Mom’s tidak usah cemas, resah, ataupun takut. Karena melahirkan adalah proses alamiah, sekaligus proses perjalanan spiritual. Kenapa? Karena disinilah hidup dan mati itu dipertaruhkan.

Mom’s hamil dan melahirkan adalah karunia Allah terbesar untuk para wanita. Sehingga jika semua kita niatkan semua untuk ibadah pada Allah betapa banyak pahala yang Allah karuniakan untuk kita para ibu. Untuk itulah Allah karuniakan “surga dibawah telapak kaki ibu”, sebagai bentuk penghormatan tertinggi untuk ibu. Jadikanlah dzikir dan istigfar disetiap tarikan nafas, perpendek jarak antara kita dengan Allah, fainsya Allah segala resah dan kegalauan akan terganti dengan kedamaian. Wallahu’alam.