Menangkal Corona Dengan Jahe Untuk Indonesia

Jahe Instan Magandi

Virus Covi-19 masih terus mengintai, bahkan disaat akhir Ramadhan tahun ini, justru kurva pertambahan pasien positif Covi-19 terus naik, hampir menyentuh angka 20 ribu. Sayangnya ditengah kegelisahan warga justru pemerintah terlihat main-main dengan kebijakan. Bahkan terakhir masyarakat diminta berdamai dengan Corana.

Info dari dunia farmasi pun cukup membuat miris. Stok obat-obatan menipis. Karena 90% bahan baku industri farmasi Indonesia diperoleh dari impor. Sedangkan negara-negara pengimpor pun memilih untuk lebih dulu memenuhi kebutuhan dalam negeri mereka. Kita tahu, serangan virus Corona ini mendunia, dan prediksinya sampai akhir tahun 2020 ini.

Kita yang tinggal di Indonesia jangan terlalu khawatir. Indonesia kaya akan berbagai macam rempah-rempah yang menyehatkan. Alasan mencari rempah-rempah inilah yang membuat Indonesia dijajah ratusan tahun.

Untuk menghadapi Corona kita butuh imunitas tubuh yang kuat. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa sampai detik ini Corona belum ditemukan obat ataupun vaksin pencegahnya. Yang bisa kita lakukan saat ini untuk adalah selalu menjaga imun tubuh, dengan begitu virus Corona ataupun penyakit lain enggan berdekatan dengan kita.

Pertama mari kita berkenalan dengan jahe. Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron. Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan).

Berdasarkan jurnal Universitas Indonesia berjudul Analisis Kandungan Tanaman Jahe, bangsa Cina telah memanfaatkan jahe selama 2500 tahun untuk obat pencernaan, anti mual, rematik, mengatasi pendarahan, gigitan ular, gangguan pernapasan dan bahkan mengatasi kebotakan.

Di Indonesia, jahe sering digunakan untuk jamu sebagai obat untuk menaikkan tingkat imunitas, seperti membantu mengatasi flu serta masuk angin.

Jahe merupakan salah satu jenis tanaman yang disebut diaphoretic, manfaat jahe juga dapat memicu keluarnya keringat. Pengeluaran keringat bermanfaat bagi Anda terutama saat Anda sedang demam atau flu. Selain membantu proses detoksifikasi, berkeringat juga ternyata dapat melindungi Anda dari mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit. Para ahli meneliti sejenis protein yang disebut dermicidin, diproduksi pada kelenjar keringat dan berfungsi melindungi tubuh dari bakteri seperti E. coli, staphylococcus aureus, serta jamur yang dapat menyebabkan penyakit kulit.

Endah Sulistiowati