Membiasakan Anak-Anak Untuk Hidup Sehat

charming child sweeping path with broom in summer in sunlight

Membiasakan Anak – Anak Untuk Hidup Sehat

Ainun D.N. (Direktur Muslimah Care)

Islam memerintahkan orangtua, terutama ibu, untuk berperan dalam menjaga kesehatan keluarganya. Terlebih di era pandemi covid-19 ini, butuh kontrol yang kuat agar anggota keluarga tidak tertular virus yang mematikan.

Islam telah sangat jelas mengatur bahwa negara bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan rakyatnya. Namun, Islam pun memberikan tatacara individu rakyat untuk menjaga kesehatannya berdasarkan syariah. Ayah dan ibu memiliki peran yang penting dalam menjaga kesehatan anggota keluarganya, terutama ibu, karena tugasnya sebagai ummu wa rabbatul-bayt. Ibu berperan besar dalam menjaga kesehatan keluarganya sebagaimana telah diatur oleh syariah.

Hal yang paling awal, sang ibu memiliki tanggu g jawab menyusui anaknya sampai si anak berusia dua tahun. Siapa pun memahami bahwa ASI adalah makanan terbaik bagi anak, terutama dalam 6 bulan pertama sejak kelahiran sang bayi. Anak membutuhkan asupan gizi yang tepat untuk meningkatkan kemampuan otak mereka dan keterampilan anak sehingga mereka menjadi lebih mahir dalam menghapal atau mengingat sesuatu. Karena itu asupan gizi yang seimbang mestinya sudah tersedia dalam jumlah yang cukup semenjak anak menyusu kepada ibunya dalam bentuk ASI. Pada saat menyusui, seorang ibu juga sesungguhnya sedang membentuk inteligensia dan emosional anaknya. Melalui proses menyusui, terwujud kedekatan antara bayi dan ibu, muncul ikatan emosional antara anak dan ibu. Karena itu tepatlah ketika Islam memerintahkan seorang ibu untuk menyusui bayinya hingga si anak berusia dua tahun (Lihat: QS al-Baqarah [2]: 233).

Selanjutnya membiasakan anggota keluarga menjaga kebersihan diri. Menjaga kebersihan badan merupakan amalan yang baik. Islam memerintahkan kepada kita untuk menjaga kebersihan badan. Rasulullah saw., “Ath-Thuhûru syatr al-îman (Bersuci adalah setengah (sebagian) dari iman.” (HR Ahmad, Muslim dan at-Tirmidzi).

Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Lingkungan tempat tinggal merupakan tempat keluarga berkumpul dan menghabiskan waktu bersama. Lingkungan yang baik adalah lingkungan yang bersih sehingga tidak menjadi sarang kuman dan bibit penyakit yang bisa mengganggu kesehatan keluarga. Kenyamanan untuk berada dalam lingkungan yang bersih dan sehat bisa membuat keluarga lebih harmonis karena dapat membuat seluruh anggota keluarga betah untuk menghabiskan waktu di rumah. Bahkan rumah yang bersih dan nyaman akan memberikan aura yang positif bagi siapapun. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT adalah baik dan mencintai kebaikan, bersih dan mencintai kebersihan, mulia dan mencintai kemuliaan, dermawan dan mencintai kedermawanan. Karena itu bersihkanlah halaman rumahmu dan janganlah kamu menyerupai orang Yahudi.” (HR at-Tirmidzi).

Menanamkan perilaku hidup sehat kepada seluruh anggota keluarga sejak dini. Islam memerintahkan kita untuk menjaga kebersihan. Islam pun menganjurkan kita untuk hidup sehat. Kebiasaan hidup sehat tidak muncul begitu saja, tetapi merupakan perilaku yang harus ditanamkan sejak anggota keluarga masih kecil. Di sinilah ibu memiliki peran yang sangat besar.

Islam telah memerintahkan kepada orangtua untuk mengkhitan anak-anaknya, menganjurkan untuk makan tidak berlebihan sehingga kekenyangan. Islam melarang kita untuk makan dan minum sambil berdiri dan sebagainya. Di sinilah pentingnya peran ibu untuk membiasakan hidup sehat kepada anak-anaknya. Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah kalian minum sambil berdiri. Siapa lupa sehingga minum sambil berdiri maka hendaklah ia berusaha untuk memuntahkannya.” (HR Ahmad).

Beliau pun bersabda, “Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun, jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiganya lagi untuk bernafas.”

Tak kalah penting, orangtua harus menyediakan makanan yang halal, baik dan bergizi bagi anggota keluarganya. Membuat dan menyediakan makanan yang sehat, bergizi dan tetap enak untuk dinikmati serta sesuai dengan standar dari pola hidup sehat merupakan amalan yang disukai Allah SWT. Apalagi jika dalam anggota keluarga tersebut terdapat anak kecil atau orangtua yang membutuhkan makanan khusus sesuai dengan umur dan kondisi tubuh mereka (Lihat: QS al-Baqarah [2]: 172).

Selanjutnya orangtua perlu memiliki pengetahuan tentang pengobatan walaupun sedikit. Hal ini penting terutama berkaitan dengan pertolongan pertama. Ibu juga harus memiliki keyakinan yang kuat bahwa Allahlah Yang Maha Penyembuh (QS asy-Syu’ara [26]: 80) serta memahami bahwa berobat adalah sunnah hukumnya. Rasul saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya serta menjadikan setiap penyakit pasti ada obatnya. Karena itu berobatlah kalian, tetapi jangan dengan yang haram.” (HR Abu Dawud).