Kacang Termahal se-Dunia, Ada di Indonesia

Kacang Termahal se-Dunia Ada di Indonesia

Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice

Masyarakat mengenalnya sebagai macadamia atau bafanut (kacang bafa). Secara ilmiah, klasifikasinya sebagai berikut:

Kerajaan:Plantae, Divisi:Magnoliophyta, Kelas:Magnoliopsida, Ordo:Proteales, Famili:Proteaceae Genus:Macadamia
F.Muell.

Spesiesnya:

Macadamia claudiensis
Macadamia grandis
Macadamia hildebrandii
Macadamia integrifolia
Macadamia jansenii
Macadamia ternifolia
macadamia bavana
Macadamia tetraphylla
Macadamia whelanii

Macadamia adalah genus dari delapan spesies tumbuhan dari familia Proteaceae, tersebar di Australia timur (7 spesies), dan Sulawesi . Jawa Timur dikenal dengan kacang bafa atau Bava Nuts (1 spesies, M. hildebrandii). Pohonnya berukuran 6-40 meter, daunnya memiliki panjang 6–30 cm dan lebar 2–13 cm, bunga 10–15 mm, berwarna putih sampai ungu, buahnya memiliki satu atau dua biji.

Genus ini dinamai menurut John Macadam, rekan kerja Ferdinand von Mueller yang pertama menemukannya. Tumbuhan ini dikenal karena bijinya yang dikenal dengan nama kacang Macadamia. Hanya 2 spesies diambil kacangnya, M. integrifolia dan M. tetraphylla. Spesies lainnya memiliki biji yang beracun atau tidak dapat dimakan, misalnya M. whelanii dan M. ternifolia. Racun yang dikandung adalah cyanogenic glycosides.

Di Indonesia, macadamia telah dibudidayakan secara masal. Di Australia sebagai negara asli macadamia, agar lebih cepat berbuah harus menggunakan sistem grafting (menyambung), namun di Indonesia tanpa menggunakan teknik grafting. Macadamia yang tumbuh alami sudah mulai memproduksi buah pada usia relatif lebih pendek, sekitar 6 tahun. Karena itu pula, harganya sangat mahal.

Saat ini pun di Banjarnegara juga tengah dilakukan budidaya masal. Meski punya nilai ekonomi tinggi saat ini, bagaimanapun, prospek pasar Macadamia tetap akan mengikuti hukum ekonomi. Belum tentu, enam tahun kemudian, saat Macadamia yang ditanam sekarang mulai produksi, harga kacang itu masih tinggi.

Selain menawarkan nilai ekonomi, yang cukup tinggi, per kilo kacang macadamia bisa tembus hingga 350.000 per kilogram, budidaya macadamia juga untuk mengampanyekan fungsi ekologi dari penanaman Macadamia. Penanaman macadamia memiliki misi konservasi, terutama untuk rehabilitasi lahan kritis. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.

Manfaat Kacang Macadamia

Berikut ini adalah manfaat kacang macadamia beserta penjelasan ilmiahnya.

  1. Kaya nutrisi

Kacang macadamia

Kacang macadamia mengandung berbagai macam nutrisi yang dapat menguntungkan kesehatan Anda. Berikut ini kandungan nutrisi yang dapat ditemukan dalam 28 gram kacang macadamia:

Kalori: 204

Lemak: 23 gram

Protein: 2 gram

Karbohidrat: 4 gram

Gula: 1 gram

Serat: 3 gram

Mangan: 58% dari kebutuhan harian

Tiamin (Vitamin B1): 22% dari kebutuhan harian

Tembaga: 11% dari kebutuhan harian

Magnesium: 9% dari kebutuhan harian

Vitamin B6: 5% dari kebutuhan harian

Berbagai riset membuktikan, sebagian besar lemak dalam kacang macadamia merupakan lemak tak jenuh tunggal. Lemak jenis ini dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).

  1. Bersifat antioksidan

Berbagai macam antioksidan yang dikandung kacang macadamia sangat baik untuk kesehatan. Misalnya, flavonoid, yang bisa mengatasi peradangan dan menurunkan kolesterol. Ditambah lagi, kacang macadamia merupakan salah satu jenis kacang dengan kandungan flavonoid tertinggi.Selain itu, kacang berukuran kecil ini juga mengandung tokotrienol. Sama seperti flavonoid, tokotrienol (salah satu betuk vitamin E) juga ampuh menurunkan kolesterol, bahkan mencegah kanker.

  1. Menyehatkan jantung

Berbagai riset membuktikan, mengonsumsi 8-42 gram kacang macadamia setiap hari dapat menurunkan kolesterol jahat maupun kolesterol total hingga 10%. Lebih dari itu, kacang macadamia juga mengandung lemak baik. Tidak heran kalau kacang ini dipercaya dapat menyehatkan jantung.

  1. Menurunkan risiko sindrom metabolik

Sindrom metabolik adalah kumpulan kondisi medis, seperti diabetes, stroke, hingga penyakit jantung. Beberapa penelitian pun membuktikan, diet yang diperkaya dengan asam lemak tak jenuh tunggal, dapat mengatasi sindrom metabolik. Tahukah Anda kalau kacang macadamia mengandung asam lemak tak jenuh tunggal yang cukup tinggi?Sebuah penelitian menyatakan, pola makan yang diperkaya dengan asam lemak tak jenuh tunggal dapat menurunkan faktor risiko sindrom metabolik pada pasien diabetes tipe 2.

  1. Mencegah kanker

Kacang macadamia mengandung satu jenis vitamin E bernama tokotrienol. Menurut berbagai studi, antioksidan ini memiliki kemampuan antikanker yang cukup kuat.Kacang macadamia juga mengandung flavonoid, yang dapat mengalahkan kanker dengan cara menghancurkan radikal bebas di dalam tubuh.

  1. Menjaga kesehatan otak

Selain mencegah kanker, antioksidan tokotrienol yang dikandung kacang macadamia juga memiliki kehebatan dalah menjaga kesehatan otak.Suatu riset menemukan, suplemen yang mengandung tokotrienol tinggi mampu menjaga sel otak dari efek glutamat, yang seringkali menyebabkan Parkinson ataupun penyakit Alzheimer.

  1. Berpotensi mencegah kenaikan berat badan

Kacang macadamia mengandung omega-7 yang cukup tinggi. Komponen ini dipercaya dapat mencegah kenaikan berat badan berlebih.Dalam penelitian pada hewan uji, berat badan domba bisa turun sebanyak 77% setelah mengonsumsi omega-7 selama 28 hari. Namun sayang, penelitian pada manusia masih dibutuhkan untuk membuktikannya.

  1. Mencegah rasa lapar berlebihan

Kacang macadamia mengandung protein, lemak baik, dan serat. Secara bersama-sama, ketiganya dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama setelah makan.Sebab, tubuh akan mencerna lemak lebih lama. Sementara itu, protein dan serat mampu mencegah perubahan kadar gula darah yang seringkali menyebabkan munculnya rasa lapar.

Namun, jika ingin mengonsumsi kacang macadamia untuk program diet, penulis sarankan konsultasi dulu ke ahli gizi, karena kandungan kalori ini cukup tinggi. Atau kalau ingin mencoba mengkonsumsi, bisa memilih kacang macadamia yang masih original. Semoga bermanfaat.

enliseksus0@gmail.com