Janda Bolong, Investasi atau Gaya Hidup

Janda Bolong, Investasi Atau Gaya Hidup

Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice

Ditengah lesunya ekonomi akibat pandemi, bisnis tanaman hias memberikan angin segar bagi pecinta tanaman. Apalagi jika harganya mengeluarkan angka-angka yang fantastis, sangat menggiurkan saat ini. Seperti halnya yang terjadi pada tanaman hias yang dijuluki “janda bolong”.

Janda bolong atau monstera merupakan salah satu spesies tanaman tropis yang merambat dan berasal dari Amerika Tengah. Tanaman janda bolong atau monstera ini mempunyai nama julukan yaitu Swiss Cheese Plant karena memiliki lubang pada daunnya sehingga terlihat menjadi lebih estetika dan unik.


Janda bolong sangat nge-hits satu bulan terakhir ini. Harganya bisa tembus ratusan juta, tentu saja hal ini sangat menarik bagi pecinta tanaman hias. Bagaimana dengan mom’s? Tertarik juga kah untuk turut berburu janda bolong ini?


Investasi Atau Gaya Hidup?


Ratusan juta bagi orang-orang yang berpenghasilan tembus 10 digit per bulan pasti terasa ringan. Tapi kita tahu sendiri, bahwa lebih dari 50% penduduk Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan. Jadi, jika tanaman hias yang hanya bisa dinikmati dari segi estetika bukan dari segi utility-nya dengan harga yang fantastis tentu saja menjadi barang mewah yang tidak mungkin terjangkau. Sehingga jika mom’s adalah satu dari sekian orang yang berburu tanaman janda bolong ini, maka memilih mendapatkannya adalah termasuk gaya hidup bukan investasi. Kecuali jika itu adalah bisnis yang mom’s lakukan.

Sehingga ditengah sulitnya perekonomian berburu janda bolong sebenarnya bukanlah pilihan darurat. Karena itu mom’s harus pandai memilih dan memilah mana itu yang masuk pada kebutuhan, mana yang itu masuk pada ranah gaya hidup. Semoga bermanfaat.