Ini Daftar Merk Produk Prancis Yang Harus Diboikot

Ini Daftar Merk Produk Prancis Yang Harus Diboikot

Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice

Seruan boikot produk Prancis menggema keseluruh negeri-negeri Muslim. Pasca Presiden Prancis Emmanuel Marcon menyatakan dukungannya atas penghinaan nabi Muhammad yang dilakukan Charlie Hebdo.

Di Indonesia sendiri terdapat banyak produk-produk Prancis dapat ditemui. Kategori produknya pun beragam, mulai dari produk makanan dan minuman, produk kecantikan, ritel, hingga otomotif.

Beberapa waktu lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan imbauan kepada umat Islam di Tanah Air untuk memboikot produk-produk asal Prancis sebagai bentuk kekecewaan dan protes.

“MUI menyatakan sikap dan mengimbau kepada Ummat Islam Indonesia dan dunia untuk memboikot semua produk yang berasal dari negara Prancis,” demikian salah satu pernyataan dalam surat yang ditandatangani Wakil Ketua Umum MUI, Muhyiddin Junaidi dan Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas.

Healthy-sharia.com merangkum sejumlah merek produk terkenal asal Prancis yang diperjualbelikan di Indonesia, berikut daftarnya:

  1. Danone
  2. Garnier
  3. L’Oreal
  4. Kraft
  5. Carrefour
  6. TOTAL
  7. Lacoste
  8. Chanel
  9. Louis Vuitton
  10. Pierre Cardin
  11. Cartier
  12. Hermes
  13. Yves Saint Laurent
  14. Christian Dior
  15. Dior
  16. Mont Blanc
  17. Givenchy
  18. AXA
  19. Peugeot
  20. Renault
  21. Balenciaga
  22. Lancome
  23. Accor
  24. Orange
  25. SFR
  26. Novotel
  27. BNP Paribas
  28. Elle & Vire
  29. Elf
  30. Celine

Memboikot produk-produk Prancis memang menjadi langkah praktis untuk memberi pelajaran bagi Prancis dan juga negara-negara liberal yang menjunjung kebebasan tanpa batas yang lain, untuk hati-hati mengusik umat Islam. Apalagi dengan menghina Nabi Muhammad.

Namun perlu disadari umat Islam di dunia, bahwa penghinaan terhadap Nabi Muhammad yang terus berulang juga dikarenakan 4 pilar kebebasan dalam demokrasi, kebebasan berekspresi/bertingkah laku, kebebasan berpendapat, kebebasan beragama, dan kebebasan berkumpul.

Demokrasi sendiri adalah anak kandung dari liberalis-sekulerisme, sehingga selayaknya kita pun memboikot paham tersebut dan mencampakkannya jauh kedasar laut. Dan tentunya kembali menjadikan Islam sebagai satu kesatuan sistem kehidupan, sehingga Islam dan umatnya memiliki kekuatan untuk melindungi Nabi Muhammad dari penghinaan dan membuat perhitungan dengan penghina Nabi dan negaranya.