Ikan Kerling, Kuliner Istimewa Para Raja

Ikan Kerling, Kuliner Istimewa Para Raja

Oleh: Annisa Mayu Reksi

Merapikan file foto di handphone, tak terasa jadi senyum-senyum sendiri. Semenjak pandemi Covid-19 yang mengharuskan di rumah saja, pasti keinginan untuk berlibur bersama keluarga sangat besar.

Melihat foto-foto liburan bisa menjadi salah satu hiburan, lho. Ketemu foto saat liburan ke Banda Aceh dan Meulaboh, jadi rindu saat berkunjung ke sana dan bernostalgia dengan suami, terutama saat di Meulaboh.

Meulaboh merupakan ibu kota Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. Merupakan kota terbesar di pesisir barat daya Kota Banda Aceh yang pernah lumpuh akibat tsunami 2004. Termasuk wilayah terparah, karena letaknya yang sangat berdekatan dengan Samudera Hindia.

Namun seiring berjalannnya waktu, kota ini mulai berbenah, mempunyai banyak obyek wisata menarik dan aneka kuliner enak untuk dicicipi.

Salah satu kuliner yang “ngangenin” dan tidak terlupakan adalah gulai ikan kerling (ikan jurung) yang berbahan utama ikan kerling dengan kuah yang disiram dengan belimbing wuluh di tambah daun jeruk dan sereh. Pada umumnya, ikan ini dimasak gulai, dengan racikan berbagai bumbu. Aduhai, sungguh menggoda rasanya.

Gulai asam pedas dari Ikan kerling sangat populer karena daging Ikan kerling sangat lezat, lembut bahkan sisiknya pun bisa dinikmati. Gulai yang satu ini, sangat direkomendasikan dicoba oleh siapapun yang telah menjajaki bumi Teuku Umar ini. Apalagi sudah sampai kedaerahan perdalamannya, sebagai tempat yang kaya akan ikan tawar seperti ikan kerling.

Di Aceh, terdapat istilah ‘Peunajoh Raja’ atau ‘Makanan Raja’ untuk menu ikan kerling. Konon ikan tersebut selalu menjadi hidangan di meja makan Sultan Aceh pada masa Kesultanan Aceh. Ikan yang sudah mulai langka ini pada zaman dahulu adalah makanan raja-raja di Mandailing ketika menjamu tamu-tamunya. Bagi masyarakat Aceh Barat sendiri, Ikan kerling menjadi menu istimewa bahkan lebih istimewa daripada daging dan makanan mewah lainnya.

Ikan kerling merupakan jenis ikan air tawar yang biasanya diperoleh masyarakat Aceh di daerah sungai pegunungan. Hidup di sungai air deras, air tawar yang dalam dan yang belum rusak. Itulah mengapa ikan ini menjadi makanan khas daerah di bagian selatan tanah Aceh.

Selama ini, ikan kerling diidentikkan dengan makanan orang kaya, sebab harganya sangat mahal. Ikan kerling dijual dengan harga cukup mahal karena sangat sulit didapatkan dan hanya bisa ditemukan di beberapa daerah yang ada di Aceh. Harga ikan kerling bisa mencapai Rp 100.000 – Rp 150.000/kg.

Masih sering tidak percaya, bahwa akhirnya saya berkesempatan menikmati makanan kesukaan Cut Nyak Dhien tersebut di sebuah warung makan yang terletak di daerah Pantai Ceureumen, Aceh Barat.

Ikan kerling sungguh potensial untuk berdiri di posisi primadona pada barisan masakan ikan-ikanan di Nusantara. Jika jalan-jalan ke kota Meulaboh Aceh Barat, jangan lupa menikmati sensasi kelezatan masakan ikan kerling ya. Selamat mencoba.