Ibadah Seumur Hidup

Ibadah Seumur Hidup

Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice

Healthy-sharia.com

بسم الله الرحمن الرحيم

ومِنۡ اٰيٰتِهٖۤ اَنۡ خَلَقَ لَكُمۡ مِّنۡ اَنۡفُسِكُمۡ اَزۡوَاجًا لِّتَسۡكُنُوۡۤا اِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُمۡ مَّوَدَّةً وَّرَحۡمَةً ؕ اِنَّ فِىۡ ذٰ لِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوۡمٍ يَّتَفَكَّرُوۡنَ

Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir. (Ar- Ruum 21)

Hidup itu adalah medan perang. Kadang harus melewati jalan terjal, kadang juga mulus tanpa rintangan. Adakalanya dalam hidup harus melewati pilihan-pilihan. Bisa juga hidup yang kita jalani bukan yang kita pilih. Tapi itulah takdir.

Demikian pula dengan menikah. Tidak semua pernikahan yang dimulai dengan bahagia, akan happy ending. Namun, sering juga pernikahan yang dimulai dengan keterpaksaan, berakhir bahagia. Itulah yang sering menjadi berbagai tapi akhirnya menunda langkah untuk menikah.

Disatu sisi, pahala sebuah pernikahan itu nyaris tidak terputus, sehingga tidak berlebih jika pernikahan disebut sebagai ibadah terlama bahkan ibadah seumur hidup. Seakan pahala dari Allah diobral disana.

Menikah memang sebuah perjanjian berat (mitsaqon golidzo) yang disaksikan langsung oleh Allah dan para malaikat. Dengan penuh sadar saat akad diucap, maka ikatan kuat telah menjadi simpul yang kokoh. Jadi pernikahan juga bukan ajang coba-coba, apalagi sekedar status semata.

Menikah juga bukan hantu kapitalis yang mampu merobohkan tata sosial. Sehingga memandangnya dengan penuh ketakutan. Karena dengan menikah Allah akan menguatkan kita. Menikahlah!
.
.
.
Nb
Kebahagiaanku untuk temanku itu ada dua
1) Menyaksikan mereka menjemput hidayah dan bergabung dengan jamaah dakwah.
2) Mendampingi mereka menjemput jodoh.