Goodbye Tahun Corona

Goodbye Tahun Corona

Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice

Healthy-sharia.com – Disetujui atau tidak, diakui atau tidak, tahun 2020 dalam tulisan ini penulis sebut sebagai Tahun Corona. Bagaimana tidak disebut tahun Corona, wong sejak pertengahan Maret 2020 sampai detik ini serangan Corona bukan berkurang malah makin menjadi.

Pertanggal 30/12/2020 jumlah kasus virus Corona COVID-19 bertambah 8.002 pada Rabu (30/12/2020). Total kasus positif menjadi 735.124, sembuh 603.741, dan meninggal 21.944. Sementara itu jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 72.922, dan suspek yang diamati sebanyak 67.615.

Meskipun kabarnya sebanyak 3 juta dosis vaksin Sinovac akan tiba pada Desember 2020 ini. Lalu 122,5 juta dosis vaksin diprediksi tiba di Indonesia pada Desember 2020 hingga Januari 2021. Indonesia juga memiliki opsi tambahan pemesanan 100 juta dosis vaksin yang akan tiba di Indonesia pada September 2021 hingga Maret 2022. Belum lagi vaksin Novavax, COVAX/GAVI, AstraZeneca, Pfizer.

Kabar ini tidak serta merta membuat masyarakat lega. Kekhawatiran akan masalah halal haramnya vaksin, efek yang akan ditimbulkan setelah divaksin, perkembangan virus yang makin tidak terkendali, dsb. Masih mengganjal dihati khalayak, sehingga Corona masih menjadi hantu yang terus mencari mangsa.

Ditambah lagi, saat ini yang positif Corona bahkan meninggal karena Corona sudah menyasar orang-orang terdekat kita, tetangga, sahabat, kerabat bahkan suami dan anak-anak. Betapa pilu rasanya.

Meskipun alokasi dana Covid-19 yang berkisar dari 700 hingga 800 trilyun rupiah, alokasi paling besar adalah untuk PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional). Realitasnya pertumbuhan ekonomi itu diukur dari sehatnya dunia usaha. Jadi ujung-ujungnya korporasi yang dinomorsatukan.

Pada waktu besaran dana Covid-19 adalah Rp 405 trilyun. Alokasi PEN sebesar Rp 330,1 trilyun. Sedangkan alokasi kesehatan hanya sebesar Rp 75 trilyun. Sedangkan waktu dana Covid-19 naik menjadi Rp 677,20 trilyun. Alokasi PEN sebesar Rp 589,65 trilyun. Alokasi kesehatan hanya Rp 87,55 trilyun.

Mirisnya anggaran untuk kesehatan baru terealisasi sekitar 20 trilyun di bulan september saar dana Covid-19 sebesar Rp 677,20 trilyun.  Anehnya lagi untuk tes rapid, actigen dan swab, rakyat harus membayar secara mandiri. Harga Rapid test antara Rp 150-200 ribu. Sedangkan tes actigen dikenakan sekitar 100 hingga 200 ribu rupiah, bahkan dilapangan bisa sampai untuk swab bisa sampai 400 ribu rupiah.

Hhh. Pemerintah benar-benar kurang serius menangani Corona ini, pertumbuhan ekonomi, menyelamatkan rupiah, masih menjadi fokus utama. Nampak jelas dari rancangan penyaluran dana diatas. Betul-betul masing-masing individu rakyat harus berjuang sendiri. Sehingga terbit keinginan kuat untuk menyampaikan goodbye kepada tahun Corona ini.


Yaa Allahu Robbi, benar-benar kami ingin Indonesia bebas Corona….

Yaa Rahman Rahim, kami menghiba kasihmu….
Jangan perpanjang lagi pandemi ini….

Ya Mujibul Du’a, lindungi rakyat kami, selamatka kami, bantu kami mengucapkan Selamat Tinggal Tahun Corona….

Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin