Bukan Karena 14 Februari

Bukan Karena 14 Februari

Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice

Tahu nggak sih bahwa Februari itu disebut juga bulan merah muda. Karena di bulan ini hampir semua atribut di sudut-sudut pertokoan bernuansa nge-pink. Hmmmm. Pasti ada hubungannya dengan ituuuh….

Gaes, namanya suka dengan lawan jenis adalah fitrah bagi manusia. So, jika ada yang menyukai sesama jenis itu namanya bertentangan dengan fitrah. Nah, apasih fitrah itu? Mati kita cari tahu sama-sama.

Kata fitrah ada dalam Al-qur’an surat Ar Rum ayat 30 yang bunyinya:

فَاَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّيۡنِ حَنِيۡفًا ‌ؕ فِطۡرَتَ اللّٰهِ الَّتِىۡ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيۡهَا ‌ؕ لَا تَبۡدِيۡلَ لِخَـلۡقِ اللّٰهِ‌ ؕ ذٰ لِكَ الدِّيۡنُ الۡقَيِّمُ ۙ وَلٰـكِنَّ اَكۡثَرَ النَّاسِ لَا يَعۡلَمُوۡنَ

Artinya: Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (TQS. Ar Rum 30)

Dari ayat di atas kita bisa memaknai tentang fitrah itu sendiri. Fitrah diambil dari bahasa Arab yaitu fa-tho-ro yang berarti “membuka” atau “menguak”, juga dapat diartikan sebagai perangai, tabiat, kejadian, asli, agama, ciptaan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fitrah dikaitkan dengan kata sifat, asli, bakat, pembawaan perasaan keagamaan. Oleh sebab itu, hari raya umat Muslim sering disebut sebagai hari yang fitrah dengan arti sebagai “kembali ke keadaan suci tanpa dosa”.

So, kalau memang rasa suka itu fitrah kenapa harus menolak v-day, yang katanya hari kasih sayang?

Oke, mari kita bahas. Memang cinta dan kasih sayang dalam Islam itu fitrah, yang dikaruniakan oleh Allah berupa naluri melestarikan jenis (naluri seksual/gorizah nau’). Tapi, bukankah Allah menciptakan naluri dan menurunkan pula aturan untuk memenuhi kebutuhan naluri tersebut.

Sehingga, rasa kasih dan sayang bukan sekedar cinta sesaat, apalagi hanya seujung coklat. Murah sekali! Apalagi jika digunakan sebagai status saja, alamat cinta bisa tinggal nama.

Bagaimana dong jika memang rasa itu ada dan muncul saat ini? Gaes, Allah mengatur hubungan lawan jenis dalam sistem pergaulan bahasa kerennya nidzom ijtima’, salah satunya bab pernikahan. Jadi, untuk memenuhi naluri suka ini, Allah memerintahkan kita untuk menikah. Kalau belum mampu? Ya jangan berani-berani nglirik anak orang, apalagi sampai bilang “I love you, maukah kamu jadi pacarku”.

Dalam sebuah hadis Rasulullah bersabda: “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).( HR Bukhari)

So, saat ini jika kita masih sekolah, kuliah, fokus untuk dakwah, ataupun ada target lain, dan belum siap untuk menikah dalam waktu dekat. Tapi hasrat mencinta kuat, maka berpuasalah, dekatkan diri kepada Illaihi, banyaklah dzikir hingga akhirnya kita mampu menundukkan hasrat itu. Sembari kita memantaskan diri menyambut jodoh terbaik yang akan di notice Allah untuk kita. Wallahu’alam.
.
.