Be Smart Mom’s


Be Smart Mom’s

Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice

Di era pandemi Covid-19 ini, menjaga kewarasan mom’s itu sangat penting. Apalagi semua rutinitas yang sudah menancap dalam diri harus banyak yang diubah. Sehingga selain menjaga diri untuk terus sehat jiwa raga, mom’s pun harus menjaga keluarga. Di sini, mom’s kembali dituntut untuk survive dalam segala keterbatasan, sehingga mom’s memang harus menjadi pribadi yang smart.

Pernah dengar komentar miring begini nggak mom’s : “Apa iya jadi ibu itu harus pinter?”. “Eman sudah sekolah tinggi-tinggi tetiba hanya jadi ibu rumah tangga”. “Kamu itu pinter lho, sayang banget kalo hanya ngurus anak”.

Hmmm, banyak ucapan-ucapan serupa mampir ke telinga para diploma/sarjana yang memilih karirnya berhenti hanya menjadi ibu rumah tangga untuk mengasuh anak, membersamai suami dan mengurus rumah. Dan sesekali keluar rumah untuk mengkaji Islam atau pun beramar ma’ruf nahi munkar.

Padahal mom’s, dakui atau tidak, kenyataannya ibu-ibu yang memilih rumah menjadi kantornya dengan jam kerja 24 jam, tanpa upah lembur, adalah ibu-ibu yang cerdas. Ada apresiasi tersendiri bagi penulis untuk mereka. Nah, bagaimana bagi ibu-ibu pekerja, jangan lupa saya juga mengapresiasi mereka, jika mereka mampu menjalankan dua peran sekaligus tanpa berat sebelah. Setidaknya ada sesuatu yang besar yang telah mereka (para ibu itu) korbankan. Apa itu? Waktu istirahatnya, waktu merawat diri, bahkan kebagiaannya nya pun terkadang harus mereka korbankan. Pernah merasakan mom’s?



Karena banyak wanita yang bisa melahirkan, tapi belum tentu bisa dan mau mengambil peran ibu. Banyak wanita yang dipanggil ibu, tapi dalam dirinya jauh dari nilai-nilai keibuan. Kok bisa? Sangat bisa mom’s, cobalah lihat di sekitar kita, amati dan renungkan.

Percayalah mom’s, menjadi ibu itu butuh ilmu. Akan beda hasilnya antara mengasuh anak dengan ilmu dan mengasuh anak tanpa ilmu. Tapi apakah ilmu menjadi ibu itu bisa diperoleh dibangku sekolah? Bisa ya, bisa juga tidak. Yang pasti menjadi ibu itu harus cerdas, mampu berpikir dan bertindak cerdas. Meredam emosi, menahan amarah. Dan dituntut memiliki empati dan kepedulian yang tinggi.

Apalagi, ibu adalah madrasatul ula atau sekolah pertama bagi anak-anak. Terus kalau tidak pintar, bagaimana para ibu bisa mendidik anak-anaknya? Dan pintar itu butuh proses dan kesabaran, butuh terus belajar, tanpa lelah tanpa nanti. Berat? Tidak juga, asal semua kita niatkan karena Allah, InsyaAllah lelah nya akan dibayar jannah dengan anak-anak sholih/sholihah didikan bunda.

Bersyukur kita mom’s, terlahir diera digital saat ini, dimana informasi sangat mudah kita dapatkan dari gawai yang sehari-hari menemani aktivitas kita. Bahkan kulwa (kuliah lewat whatsapp), zoom, dll, tentang parenting bisa dengan mudah pula kita ikuti. So, kuncinya itu ada dalam diri kita. Tinggal mau atau tidak mengupgrade diri untuk menjadi ibu yang cerdas. Ibu kebanggaan anak-anak. Selamat berjuang mom’s.

enliseksis0@gmail.com