Bangkit Bukan Melulu Soal Jatuh

Bangkit Bukan Melulu Soal Jatuh

Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice

Allah SWT menciptakan dalam diri manusia akal. Akal dalam bahasa Arab adalah Al Aqlu memiliki sinonim Al Fikr (proses berpikir/pemikiran), Al Idrak (kesadaran). Sebagian cendekiawan berselisih paham dalam memahami akal sebagaimana mereka pun berselisih paham dalam memahami nyawa.

Sebagian dari mereka menganggap akal adalah organ, menurut mereka ada di otak atau di hati. Hal ini tidak bisa diterima, karena hewan pun punya otak dan hati. Tapi hewan tidak bisa berpikir, apa yang mereka lakukan semata karena insting, serta dorongan naluri mereka.

Sehingga secara singkat bisa dijelaskan bahwa akal adalah proses berpikir yang melibatkan 4 komponen yang saling berkaitan erat, dan satu sama lain tidak bisa dipisahkan. Yaitu meliputi otak, panca indra, realita/fakta, serta informasi yang berkaitan dengan realitasnya.

Lantas, apa hubungannya antara akal dan kebangkitan?

Dalam kitab Haditsush Shiam karya Syaikh Taqyudin an Nabhani, disebutkan bahwa kebangkitan diartikan sebagai tingginya taraf berpikir. Tingginya taraf berpikir maknanya adalah terjadinya transformasi pemikiran dari cara berpikir hewani menjadi taraf berpikir manusiawi.

Artinya bagaimana seorang hamba bisa mengoptimalkan akalnya untuk berpikir, bukan saja bagaimana hidup dia hari ini atau esok. Tapi lebih dari, yakni mampu merancang bagaimana kehidupan selanjutnya, usaha, keluarga, anak-anak, serta keikutsertaan dalam mendidik masyarakat dan membangun negara.

Sehingga kebangkitan ini memerlukan sandaran yang kuat serta pondasi yang kokoh, karena arah menuju kebangkitan ini bukan jalan yang mulus. Sandaran dan pondasi inilah yang biasa kita sebut way of life (pandangan hidup atau ideologi). Kebangkitan itu bisa ke arah yang salah, bisa pula ke arah yang benar. Maka kebangkitan dengan ketinggian berpikir kita sebagai seorang Muslim haruslah bersandar pada Islam itu sendiri. Karena Islam adalah aqidah sekaligus way of life. Tidak ada satu masalahpun yang tidak bisa diselesaikan oleh. Karena Allah telah merancangnya sedemikian rupa.

Disinilah Allah tunjukkan kesempurnaan ciptaan-Nya. Ketika manusia optimal menggunakan akalnya untuk berpikir maka Allah akan tunjukkan jalan kebangkitan untuknya. Ketika seorang Muslim ingin kebangkitan yang shohih maka sandaran yang dipakai adalah Islam itu sendiri, karena aturan Islam yang diciptakan Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah sudah sangat lengkap sekali. Wallahu’alam.