Ada Apa Dengan Eucalyptus dan Kalung Corona?

sumber gambar google search

Ada Apa Dengan Eucalyptus dan Kalung Corona?

Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice

Kembali dunia maya heboh dengan apa yang di infokan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Kementan membuat produk berbahan Eucalyptus yang diklaim antivirus Corona dalam bentuk kalung aromaterapi.
Rencananya Kementan akan memproduksi massal kalung antivirus Corona ini pada bulan depan.

Rencana Kementan ini mendapatkan sorotan dari para warganet. Di media sosial baik Twitter maupun facebook banyak yang mempertanyakan produk ini dan klaim kementan sebagai antivirus corona.

Sebelumnya, seperti diberitakan Kompas.com, 10 Mei 2020, Kementerian Pertanian me-launching produk yang diklaim sebagai antivirus Corona berbasis Eucalyptus pada Jumat (8/5/2020).

Fadjry saat itu mengatakan, uji potensi Eucalyptus oil sebagai antivirus telah dilakukan dengan tahapan telusur ilmiah serta uji invitro.

Balitbangtan melalui Balai Besar Penelitian Veteiner, Balai Tanaman Rempah dan Obat serta Balai Besar Pasca-Panen telah menguji beberapa tanaman herbal termasuk eucalyptus terhadap virus Gammacorona dan Beta Coronavirus Clade 2a sebagai model dari virus Corona.

Hasilnya, Eucalyptus menunjukkan memiliki kemampuan antivirus 80-100 persen tergantung jenis virus, termasuk virus corona yang digunakan dalam pengujian, serta virus influenza H5N1.

Sebenarnya Eucalyptus memiliki kandungan apa, sehingga Kementan berani menyatakannya sebagai obat virus Corona?

Eucalyptus adalah salah satu jenis tanaman asli Australia yang banyak digunakan untuk pengobatan tradisional. Saat ini eukaliptus banyak tersebar di sepanjang Oceania, termasuk Indonesia. Eucalyptus merupakan tanaman yang mengandung lebih dari 100 senyawa yang berbeda dalam bentuk minyak.

Eucalyptus juga masih satu famili myrtle. Tanaman lain dalam famili ini adalah daun kayu putih. Beberapa orang menganggap daun kayu putih dan eucalyptus merupakan dua tanaman yang sama, padahal berbeda meski satu famili. 

Memang, setidaknya ada 16 komponen utama dari eucalyptus yang bermanfaat untuk kesehatan, di antaranya:

1) a-pinene

2) b-pinene

3) a-phellandrene

4) 1,8-cineole

5) Ceramide

6) Eucalyptol

7) Limonene

8) Terpinen-4-ol

9) Aromadendrene

10) Epiglobulol

11) Piperitone

12) Globulol

13) Alpha-terpineol

14) Quinat

15) Luteolin

16) Proantosianidin

Berikut adalah sejumlah manfaat eucalyptus yang bagus untuk kesehatan:

Meredakan Batuk

Minyak eucalyptus sudah lama telah digunakan untuk meredakan batuk. Saat ini, beberapa obat batuk yang dijual bebas mengandung minyak ini sebagai salah satu bahan aktifnya.

Vicks VapoRub, misalnya, mengandung sekitar 1,2 persen minyak kayu putih bersama dengan bahan penekan batuk lainnya. Cara menggunakannya cukup digosokkan pada dada dan tenggorokan untuk meredakan gejala batuk pilek atau flu biasa.

Sumber Antioksidan

Daun eucalyptus yang masih segar memang tidak bisa dikonsumsi secara langsung karena memiliki sifat racun. Saat ini hanya koala yang bisa mengonsumsinya tanpa mengalami keracunan. Daun yang sudah kering akan kehilangan racun dan bisa digunakan untuk teh dengan cara diseduh.

Selalu pastikan untuk menggunakan teh dari daun dan tidak menggunakan minyak esensial yang diekstrak dari daun. Jika menggunakan minyak esensialnya, kemungkinan besar akan meracuni tubuh. Manfaat eucalyptus dari daun kering yang dibuat menjadi teh akan memberikan antioksidan yang banyak dan membuat tubuh tidak muda sakit karena daya tahan tubuh meningkat.

Meningkatkan Kesehatan Pernapasan

Daun dan minyak eucalyptus adalah obat herbal yang telah lama digunakan untuk mengatasi masalah pernapasan, terutama untuk menghilangkan radang selaput lendir dari saluran pernapasan. Bahan aktif yang ada dalam daun herbal ini bekerja sebagai ekspektoran.

Bahan aktif tersebut dapat membantu menghilangkan dahak dan lendir yang berlebih dari sinus dan saluran pernapasan, serta menghilangkan lingkungan alami bagi bakteri dan patogen lain untuk berkembang biak dan menyebar.

Daun dan ekstrak eucalyptus biasanya disarankan bagi orang yang mencari obat herbal atau alami untuk bronkitis, flu biasa, dan flu.

Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Manfaat eucalyptus telah dipelajari secara luas, dan selain dari dampak langsungnya pada sistem pernapasan, obat herbal ini dianjurkan untuk melindungi tubuh dari berbagai infeksi bakteri. Beberapa dari infeksi termasuk E. coli dan Candida albicans dapat menyebabkan infeksi jamur.

Jika sistem kekebalan tubuh terganggu oleh penyakit, cedera, atau kelelahan, teh ini secara alami dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

Meredakan Gejala Flu

Manfaat eucalyptus dalam bentuk minyak bisa digunakan untuk meredakan flu dan masalah pernapasan lainnya seperti asma. Anda bisa menggunakan minyak ini dengan cara mencampurnya dengan bahan pengencer lalu dihirup. Misal ditaruh di wadah besar dengan air panas lalu uapnya dihirup perlahan-lahan.

Anda juga bisa mengoleskannya di sekitar kening atau tenggorokan. Elemen antiinflamasinya akan membantu mengatasi sakit. Minyak dari daun eucalyptus sangat beracun meski dengan dosis yang rendah. Jadi, pastikan untuk selalu hati-hati agar tidak masuk ke dalam mulut dan tertelan.

Ekstrak eucalyptus ini cukup tinggi kadar eucalyptol. Cara paling aman untuk menggunakannya adalah mengambil minyak dengan pipet atau meneteskannya sebanyak beberapa tetes ke pengencer. Perlu diingat, jangan langsung mengaplikasikan minyak dengan dosis tinggi untuk mengatasi flu dan asma.

Setelah mengetahui kandungan dan khasiat yang terdapat dalam eucalyptus, maka wajar jika eucalyptus ini direkomendasikan untuk suplemen penangkal Corona. Namun, yang tidak wajar adalah jika daun ini dibuat kalung anti Corona. Secara umum daun eucalyptus digunakan dengan menyeduh atau mengambil ekstraknya bukan dengan membuat kalung.

Inovasi yang tidak menyesuaikan dengan kaidah-kaidah ilmiah akan menjadi perbincangan umum dan cenderung diterima negatif oleh masyarakat. Apalagi ditengah ambruknya ekonomi akibat pandemi Corona. Inovasi yang kebablasan akan dinilai sebagai “mengambil kesempatan dalam kesempitan”. Harusnya semua pihak bisa bersikap bijak. Apalagi pemerintah yang saat ini menjadi pusat perhatian, karena lambannya dalam menangani pandemi ditambah kebijakan-kebijakan yang anti mainstream yang menimbulkan banyak kegaduhan.

Jadi bukan salah eucalyptus, tapi inovasi yang tidak pada tempatnya yang bikin gaduh. Wallahu’am.

enliseksus0@gmail.com